Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian IV) – Muhyiiddiin Ibn ‘Arabi

Sahabat, belajar meniru kepemurahan Allah dengan berbagi rizki anugrah Allah merupakan inti dari wasiat Syaikh Al-Akbar kali ini. Semoga kita mampu mengamalkannya.

EMPAT

Ibnu Arabi-1Belajarlah untuk memberi, baik ketika engkau sedang lapang maupun sempit, sedang bahagia maupun berduka. Berusahalah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan. Hal itu akan membuktikan keimananmu kepada Allah. Akan membuktikan bahwa Allah memang telah menetapkan rezeki tiap orang dan penetapan tersebut tidak akan tertukar.

Seorang kikir adalah seorang pengecut. Setan terkutuk berbisik di dalam telinganya bahwa kematianmu masih lama; bahwa dunia ini penuh musuh dimana jika engkau memberi, maka engkau akan menjadi miskin, tidak dihargai dan dihormati orang, dan sendirian; adalah suatu kebodohan memberi banyak kepada orang lain, karena tiada seorangpun tahu apa yang akan terjadi esok hari. Pada seorang berkeadaan sempit, setan mengatakan padanya bahwa ia akan semakin miskin jika memberi kepada orang lain. Tidak ada yang akan menolongnya, dan ia mungkin hanya akan menjadi beban bagi orang lain dan dibenci pula. Kalau begitu ia harus menjaga dirinya sendiri dari kemungkinan menjadi lebih miskin. Jika bisikan-bisikan setan menawan hatinya, maka ia akan digiring ke tepian api neraka. Sebaliknya, seseorang yang membuka telinganya kepada bisikan-bisikan Allah adalah seseorang yang sedang mendengarkan kata-kata yang penuh berkah, yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya.

Baca lebih lanjut

Bahagia

al quran 2Sahabats…

Marilah kita mencoba menelusuri arti dan ciri orang yang bahagia (as-sa’iduun) dalam Al-Quran.

Definisi Mereka Yang Bahagia (sa’iduun)

“Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.” (TQS. 11:105)

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (TQS. 11:108)

Jadi, Allah mendefinisikan dalam ayat di atas, mereka yang bahagia itu adalah mereka yang berada di surga.

Baca lebih lanjut

Apa-apa yang Dibutuhkan Pejalan (Bagian III) – Muhyiiddiin Ibn ‘Arabi

Sahabats…

Merenungkan nasihat Syeikh Al-Islam Muhyiddin Ibnu Araby memang membuat kita menjadi hati-hati dalam menjalani suluk. Berikut kami sajikan kelanjutan dari bekal yang pertama dan kedua. Marilah kita tafakkuri bersama…

TIGA

Ibnu Arabi-1Terpenting, dari apa yang engkau butuhkan adalah akhlak mulia, karakter dan perilaku yang tepat benar; kau harus mengidentifikasi bagian dirimu yang buruk dan menghilangkan keburukan itu. Hubunganmu dengan siapapun harus berdasarkan akhlak mulia – yang disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan tipe kebutuhan tiap orang.

Barangsiapa yang menolak satu poin dari akhlak mulia, itu berarti dia masih memiliki karakter buruk. Setiap manusia diciptakan berbeda satu dengan lainnya. Level tiap orang berbeda. Karakter dan perilaku baik juga memiliki level yang berbeda. Perilaku bukanlah sebuah bentuk. Bukan juga dijalankan dalam cara yang sama pada setiap keadaan kepada setiap orang. Berperilakulah sesuai situasi dan kondisi, dan sesuai tipe kebutuhan orang dalam hubunganmu dengan seseorang atau kelompok. Indikator/ aturan perilaku baik itu adalah jika perilaku itu membawa kepada jalan keselamatan, kebenaran, kenyamanan, kedamaian, ketenangan, memberikan perlindungan, tiada menyakitkan lahir bathin dan tiada menimbulkan kesengsaraan bagi orang lain, bagi diri pribadi, dan sebisa mungkin bagi banyak orang, dimana dilakukan semata mengharapkan keridhoan Allah.

Baca lebih lanjut

Sejarah Pondok Gontor

pondok darussalam gontorPondok Modern Darussalam Gontor memiliki sejarah yang lama membentang, dari sejak zaman Gontor Lama hingga sekarang. Dimulai dari mundurnya Pondok Gontor Lama, Pondok Modern Darussalam Gontor perlahan berkembang.

* Pondok Tegalsari
* Pondok Gontor Lama
* Berdirinya Pondok Gontor
* Pembukaan Tarbiyatul Athfal, 1926
* Pembukaan Sullamu-l-Muta’allimin, 1932
* Pembukaan Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah, 1936
* Kepemimpinan Generasi Pertama
* Kepemimpinan Generasi Kedua

WASIAT SUFI AYATULLAH KHOMEINI KEPADA PUTRANYA, AHMAD KHOMEINI

Salaam Sahabats..

Menjadi orang tua yang mampu memberikan wasiat yang haq kepada putra-putrinya adalah harapan kita. Nah, sahabat kali ini dengan merenungkan serta mengkaji wasiat Imam Khomeini, seorang Kekasih Allah SWT kepada putranya kami berharap kita akan memperoleh bekal untuk memberi wasiat kepada putra-putri kita. Selamat merenungkannya…

Imam-KhomeiniDengan nama Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Semoga Salawat dan Salam tercurah kepada Muhammad dan Keluarga-Sucinya. Dan semoga laknat Allah menimpa musuh-musuh mereka.

Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Satu, dan tak ada sekutu baginya. Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah abdi dan rasul-Nya; dan bahwa ‘Ali, amîr al-mu’minîn, dan anak-keturunanya yang ma’shûm (‘ala yhimus-salam) adalah para penerusnya; dan bahwa apa pun yang dibawa oleh Rasulullah adalah kebenaran; dan bahwa kubur, Kebangkitan, Surga, dan Neraka adalah benar; dan bahwa Allah akan membangkitkan siapa yang ada di dalam kubur.

Baca lebih lanjut

Peran Filsafat dalam Kebudayaan

Salaam Sahabats…

Ayatullah-MMenimba ilmu dari sumber ilmu yang tepat tentu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Nah, kali ini kami mengajak kita semua menimba manfaat Filsafat dari Seorang yang berasal dari negeri yang sudah ratusan tahun mengembangkan Filsafat Islam. Selamat merenungkannya..

Filsafat dan Kebudyaan Reportase Kuliah Studium General : Ayatullah Muhammad Khamenei

Oleh : Ferry Djajaprana

Dalam kunjungannya di Indonesia, Prof. Dr. Ayatullah Muhammad Khamenei (L: 1936) cukup sibuk karena jadwalnya yang padat di perguruan tinggi Islam di Indonesia, diantaranya : Islamic College – Paramadina, UIN Jakarta, IAIN Bandung, IAIN Yogyakarta, ICC dan sebagainya untuk memberikan ceramah tentang filsafat dan kebudayaan.

Dalam Studium General di Islamic College – Paramadina, kakak dari Ayatullah Ali Khamenei ini menjelaskan dalam Bahasa Parsi tentang pentingnya filsafat Islam sebagai solusi pemecahan masalah dunia.

“Ilmu filsafat adalah ibu segala ilmu yang berguna bagi alam secara keseluruhan. Filsafat di Barat berkembang dengan pesat tetapi tidak mampu berkembang secara universal.

Baca lebih lanjut

Shaum Sunnah Bulan Rajab

durratun nashihin2Salaam Sahabats…

Masih dalam rangka mensyukuri umur kita yang hingga saat ini masih diberi nafas untuk menikati hidup ini, kami sajikan ke hadapan sahabats sedikit informasi tentang keutamaan shaum di bulan Rajab yang kami kutip dari buku “KEAGUNGAN RAJAB & SYA’BAN” karya Ustadz Abdul Manan bin H. Muhammad Sobari tentang Sham Sunnah di Bulan Rajab yang beliau merujuk dari Kitab Durratun Nashihin.

Semoga memberikam limpahan rahmat-Nya kepada Ustadz Abdul Manan serta bagi kita semua…

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: